Halilintar Bucek
salah satu pemuda kolaka Yang berkarya untuk kolaka seharusnya mendapat apresiasi dari pemerintah kab.kolaka
salah satu pemuda kolaka Yang berkarya untuk kolaka seharusnya mendapat apresiasi dari pemerintah kab.kolaka




Kalau berkunjung di Kabupaten Kolaka-Bumi Mekongga. tarian ini merupakan bentuk penghomatan dan penghargaan kepada para tamu dan juga sebagai tanda rasa kesyukuran kepada Tuhan Yang Maha Esa, semoga para tamu yang berkunjung ke daerah mendapatkan rahmat dan kesemalatan apabila kembali ke tempat tugasnya. Tarian Mondotambe di bawakan oleh gadis-gadis remaja sebagai tanda penerimaan yang tulus, ikhlas dan merasa gembira kepada para tamu. Jumlah penari terdiri dari 6, 8, bahkan jumlahnya bisa mencapai 12 orang , yang terpenting jumlah penari genap. Variasi tarian terdiri dari 13 gerakan yang diakhiri dengan tabur bunga atau beras dalah bahas Tolaki disebut (mekaliako owoha).
PENSUCIAN NEGERI OLEH BUPATI KOLAKA




Dalam penyelengaraan pesta adat, masyarakat Mekongga masih menghargai kearifan lokal yang diciptakan para leluhur dan diwariskan secara turun temurun kepada generasi muda khususnya di Wonua Sorume Mekongga ini.
Dalam Sambutannya, Bupati Kolaka H.Ahmad Safei mengatakan, sehubungan dengan HUT Kolaka, seluruh stakeholder diharapkan peranannya dalam melestarikan kebudayaan demi kepentingan pembangunan daerah dan masyarakat.
“Momentum seperti ini dapat menciptakan kearifan lokal yang dijiwai nilai kebersamaan dan gotong royong dalam berbagai kegiatan pembangunan di Kabupaten Kolaka,” lanjutnya.
Ketua Dewan Adat Mekongga sekaligus Wakil Bupati Kolaka, Muh. Jayadi mengatakan ritual adat Moseha Wonua merupakan suatu ritual yang dipercaya untuk membersihkan jiwa atau mensucikan negeri demi menghindari malapetaka yang akan menimpa umat manusia khususnya masyarakat yang bermukim di Wonua Sorume I Wuta Mekongga.
Dalam upacara yang sakral ini terdapat nilai filosofi yang bisa kita pelajari yaitu membersihkan diri dari berbagai hal buruk seperti perzinahan, perkelahian, gagal panen dan lain-lain.
“Moseha Wonua merupakan upaya untuk merajut kembali nilai-nilai persaudaraan diakibatkan persilangan pendapat yang mungkin tertutup,” tangkasnya.
“Prinsip yang harus kita tanamkan dalam diri sebagai masyarakat Mekongga, dimana pun kita berada kita tetap berpegang teguh pada nilai yang terdapat pada Moseha Wonua,” pintanya.
Dalam ritual upacara ini, diadakan ziarah kubur Sangia Ni Bandera dan dilanjutkan dengan pemotongan seekor kerbau putih.
“Kurban kerbau merupakan simbol yang diyakini sebagai penghapus segala dosa yang pernah dilakukan masyarakat Mekongga,” tutur Raja Mekongga.


Melengkapi kepuasan berwisata di Kolaka, kini hadir Pusat Wisata Kuliner Mekongga. Letaknya sangat straregis di tengah kota dan pinggir pantai. Melewati gerbang bertuliskan Pusat Wisata Kuliner, pengunjung akan disambut ratusan deretan tenda kerucut berwarna oranye. Di dalamnya pun tersedia berbagai menu pilihan mulai dari aneka minuman tradisional, jus hingga jajanan tradisional yang sehat. Berbagai kalangan pun tumpah ruah dalam areal sepanjang kurang lebih 500 meter itu. Sepeda motor dan mobil juga bisa masuk ke lokasi ini. Jika anda memilih berjalan kaki juga bisa. Keberadaan pusat wisata kuliner ini bukan tanpa tujuan. Bupati Kolaka, Ahmad Safei mengatakan warga lokal dan wisatawan yang berkunjung ke Kolaka tidak perlu repot lagi ketika ingin mencicipi berbagai hidangan. “Pecinta gorengan dan berbagai minuman, kecuali alkohol ada di tempat ini. Makanan berat juga tersedia. Pusat wisata kuliner ini akan menjadi ikon baru di Kota Kolaka. Menu yang dijual juga bervariasi. Ada khas daerah Kolaka dan sejumlah makanan khas yang ada di Nusantara,” katanya. Sementara itu, kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kolaka, Asmani Arif menjelaskan sejak pu
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Sasar Pelancong, Kolaka Siapkan Pusat Wisata Kuliner”, https://travel.kompas.com/read/2016/04/18/112700027/Sasar.Pelancong.Kolaka.Siapkan.Pusat.Wisata.Kuliner.
Penulis : Kontributor Kolaka, Suparman Sultan

Setelah Sungai Nil yang berada di Afrika menjadi sungai terpanjang di dunia, tahukah kamu sungai terpendek di dunia ada di mana? Ya, jawabannya Indonesia.
Adalah Sungai Tamborasi, yang berada di Desa Tamboraso, Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara.
Panjangnya hanya 20 meter, dengan lebar 15 meter.
Jika dilihat, Tamborasi rasanya tak mirip seperti sungai, melainkan lebih cocok disebut sebagai danau. Dengan air berwarna hijau jernih, hulu dan hilir berada di dalam satu tempat yang sama. Hulunya hanya berjarak 20 meter dair hilir yang langsung bermuara ke laut.
Tiada hari tanpa belajar, kapan lagi saya belajar, kalau bukan hari ini jangan tunggu esok
Little treasures discovered while exploring the back roads of life
FASCINATED BY THE WORLD
Welcome to the Anglo Swiss World
To See a World in a Grain of Sand...
Smart and surprising
Why Evolution is True is a blog written by Jerry Coyne, centered on evolution and biology but also dealing with diverse topics like politics, culture, and cats.
Award-winning Scottish publishing and design
Jikalau ayah mu bukan seorang ulama, maka menulislah. Jika ayah mu bukan seorang raja, maka menulislah.
A daily selection of the best content published on WordPress, collected for you by humans who love to read.
Longreads : The best longform stories on the web
The latest news on WordPress.com and the WordPress community.